KOMUNIKASI ORGANISASI SEBAGAI MOBILITAS SOSIAL

Abstrak

Komunikasi dalam organisasi adalah kelaziman untuk mengatur hubungan

antar individu, kelompok. Dalam sebuah organisasi sangat ditentukan oleh

kedudukan orang itu pada struktur dan Hierarki dalam organisasi tersebut.

Dewasa ini organisasi menetapkan peran (roles) kepada setiap orang yang

menjadi anggota agar peran-peran itu kemudian dioperasionalkan kedalam

tugas (task) dan fungsi (function). Proses kerjasama dalam melaksanakan

perubahan atau percepatan perubahan dalam organisasi disebut “Komunikasi

Organisasi”

Pendahuluan

Kajian terhadap komunikasi organisasi merupakan hal yang paling relevan untuk

menampilkan peranan masing-masing individu dan kelompok. Begitu juga terhadap

organisasi formal sebagai usaha untuk menggambarkan karakteristik organisasi dan

melahirkan kualitas yang bersifat unik sebagai wahana pengelompokkan manusia masingmasing

memiliki kepribadian, individu dan kelompok.

Apakah komunikasi organisasi dalam mobilitas sosial ditentukan oleh jumlah anggota,

tingkat pendapatan, atau gaji yang ditentukan oleh tingkat pendidikan, serta harus sebanding

dengan ketersediaan fasilitas kesejahteraan.

Karakteristik komunikasi organisasi meliputi materi, pusat kewenangan dan kekuasaan

pengambilan keputusan, serta erat dengan spesialisasi tugas. Menurut Aloliliweri komunikasi

organisasi adalah bagaimana sebuah organiassi demi kepentingan organisasi dan mempunyai

dampak langsung maupun tidak langsung perilaku individu maupun sosial terhadap

organisasi.1

Dalam sistem komunikasi masyarakat ke arah yang paling maju terjadi interaksi yang

kompleks antara wadah sebagai tempat yang modern dengan jaringan komunikasi organisasi

suatu masyarakat suatu sistem terdiri dari organisasi politik dan kelompok persahabatan.

Komunikasi organisasi itu lebih efektif pada bidang-bidang yang lain sehingga mampu

berbuat terhadap yang berhubungan dengan perubahan. Dalam mengajurkan masyarakat

mengambil tindakan-tindakan komunikasi organisasi lebih tidak efetkif lagi apabila tidak

dibarengi dengan anjuran-anjuran secara pribadi, komunikasi organisasi terjadi kapanpun

setidaknya tidaknya satu orang yang menduduki jabatan dalam suatu organisasi, analisis

komunikasi organisasi menyangkut penelahaan atas banyak transaksi yang terjadi secara

simultan. Sistem tersebut menyangkut hubungan untuk menyatakan kesamaan fikiran dan

perilaku yang telah diatur dengan kebijakan.

1. Iklim Komunikasi

Suatu frase yang menunjukkan tujuan dengan menggambarkan suatu kiasan yang

sering berhubungan dengan suasana. Cara seseorang membangun reaksi terhadap aspek

organisasi menciptakan suatu iklim komunikasi. Iklim komunikasi merupakan gabungan

1 Aloliliweri. Sosiologi Organisasi. Penerbit PT. Citra Aditya Bakti. Bandung. Hal. 10

dari persepsi-persepsi suatu evaluasi secara makro mengenai peristiwa komunikasi

perilaku seseorang, harapan-harapan, konflik-konflik antar personal dan kesempatan

bagi pertumbuhan organisasi.

Perbedaan pola tentu memberikan suatu kesan yang tidak cermat tentang suasana

kawasan, kadang-kadang cuaca yang sama, pada hari tertentu memberikan sebuah

gambaran yang baik mengenai iklim fisik, iklim komunikasi organisasi sangat penting

karena berhubungan dengan konteks organisasi dengan konsep-konsep, perasaanperasaan

dan harapan-harapan anggota organisasi serta membantu memahami perilaku

anggota organisasi. “Poole mengatakan bahwa iklim memiliki sifat-sifat yang selalu

tumpang tindih dengan konsep budaya”2

2. Kepuasan Komunikasi Organisasi

Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro sedangkan iklim

merupakan konsep makro dan konsep gabungan. Selain itu kepuasan juga

menggambarkan evaluasi atas suatu keadaan internal. Istilah kepuasan komunikasi

digunakan untuk menyatakan “Keseluruhan tingkat kepuasan yang dirasakan dalam

lingkungan komunikasi organisasi.

Secara keseluruhan kepuasan berhubungan dengan perbedaan antara yang diinginkan

oleh seorang. Dari sudut pandang komuikasi dalam organisai kepuasan hampir tidak

berhubungan dengan koefektifan pengungkapan pesan, tatapi apabila pengalaman

berkomunikasi memenuhi keinginan seseorang biasanya hal itu dipandang sebagai hal

yang memuaskan.

Kepuasan adalah : suatu konsep yang biasanya berkenaan dengan kenyamanan, jadi

kepuasan dalam komunikasi berarti seseorang merasa nyaman dengan pesan-pesan media

dan hubungan dalam organisasi. Kenyamanan memiliki kecendrungan, dalam hal ini

kadang-kadang menyebabkan individu lebih menyukai pelaksanaan terbaru untuk

peningkatan individu.

Salah satu tantangan dalam komunikasi organsisi adalah bagaiamana menyampaikan

informasi keseluruhan bagian organisasi prosesi ini berhubungan dengan aliran informasi.

Organisasi megandalkan inovasi dan harrus mampu menghasilkan informasi.

3. Sifat Infomasi

Informasi secara harfiah, adalah penyampaian suatu pesan interprestasi

penyampaian tersebut dan penciptaan penyampaian sebagai proses yang mendistribusikan

pesan-pesan keseluruhan organisasi .

Konsep suatu proses sering mengisyaratkan bahwa peritiwa-peristoiwa dan

hubungan bergerak serta berubah secara kesinambungan. Sehingga menjadi peritiwa yang

dinamis. Jadi aliran informasi dalam suatu organsasi sebenarnya adalah suatu proses yang

dinamik dan tetap mempertahankan pesan sesuai dengan aturan yang ditampilakn

kemudian diinterprestasikan.

Proses ini sebenarnya dapat terus berlangsung dan berubah secara konstan artinya

komunikasi organisasi bukanlah suatu yang terjadi kemudian berhenti. Komunikasi

2 Deddy Mulyana, Komunikasi Organisasi, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. 2005. hal. 148

terjadi sepanjang waktu. Guezknow 1965 mengatakan bahawa infomrasi dalam suatu

organisasi dapat terjadi tiga bentuk serentak, berurutan, serta dengan cara kombinasi.

Sering kali pesan-pesan disebut memo atau memorendum dikirim kepada sejumlah

orang dalam sebuah organisasi. Seperti pertemuan Dosen semua Fakultas di suatu

Universitas, Rektor memberikan pesan kepada semua dosesn sekaligus.

Bila pesan yang sama harus tiba di beberapa tempat yang berbeda pada saat yang

sama harus membuat rencana dengan strategi atau teknik penyebaran secara serentak.

Salah satu pertimbangan pkok adalah : apalah pesan dapat didestribusikan pada saat yang

sama.

4. Kesulitan komunikasi

Komunikasi bari dinyatakan mencapai sasaran apabila komunikasi dapat

menangkap pengertian sama dengan pengertian komunikator, jika tidak demikian,

komunikasi tersebut di anggap gagal. Standarisasi keberhasilan komuniksi adalah

ketepanan waktu. Jadi apabila komunikator terlambat menyampaikan pesan-pesan

meskipun benar apa yang disampaikan maka komunikasi dianggap gagal. Sebagai uapaya

yang utama dalam proses komunikasi perlu diperhatikan masalah ketetapan waktu dan

solusi terhadap pemecahan masalah.

Ada beberapa kesulitan yang dihadapi komunikator dalam melancarkan

komunikasinya Sutaryo dalam bukunya Sosiologi Komunikasi kesulitan itu antara lain

menyangkut aspek amanat kmunikasi media dan unsur sosiologi budaya3 yang pending

dalam komunikasi ialah kejelasan pesan yang di maksud amanat masyakat sebagai

komunikan tidak semuanya bisa memahami pesan yang yang disampaikan oleh

komunikasi sehingga timbul keraguan, tugas utama komunikator berusaha agar amanat

itu jelas bagi diri sendiri maupun kumikan. Ada beberapa petunjuk yang harus di

perhatikan oleh komunikator yaitu :

a. Komunikasi harus setia, atinya harus benar-benar menyatakan apa yang bisa dipahami

oleh komunikator-komunikator menjadi tidak setia pada fungsinya jika pesan yang

disampaikan supaya dibuat sedemikian rupa sehingga komunikan merangkapnya

dengan arti lama.

b. Komunikasi harus lengkap atau utuh. Semua pesan harus sampai kepada komunkan,

tidak mengalami kebocoran ditengah jalan jika tidak komunikasi tidak mencapai

tujuan.

Dengan pengertian ini khususnya mengenai kesulitan-kesulitan yang mengurangi

keberhasilan komunikasi dan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi

kesuliatn itu. Ditinjau dari segi komunikasi aktifitas pembangunan yang kogrit adalah

suatu poses yang terjadi pada pihak komunikan yaitu proses amanat-pendapat-sikaptindakan

komunikan menerima amanat.

5. Lingkuanan Komunikasi

Lingkungan merupakan mempunyai pengaruh tertentu terhadap makna kandungan

pesan apa yang diampaikan. Menurut Devido bahwa ruangan atau bangsal, atau taman

ketika ketika komunikasi berlangsung disebut konteks lingkungan fisik. Hubungan status

diantara mereka yang terlibat peran dan permainan yang dijalankan oleh seseoang atau

3 Sutaryo, Sosiologi Komunikasi, Arbi Mumi Intaran, Yokyakarta hal, 29-30

kelompok serta aturan budaya, masyarakat dimana mereka berkomunikasi lingkungan

atau konteks yang mencakup rasa persahabatan atau permusuahan, formal maun informal

komunkasi boleh dilaksanakan masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi oleh yang

lain. Kemudian dapat menyebabkan perubahan kedekatan fisik perubahan ini dapat

menimbulkan banyak perubahan lain. Memang proses komunikasi itu tidak pernah statis

demikain secara singkat.

Telah diuraikan pesan komunikasi dan faktor yang ikut berpengaruh terhadap

pelaksanaan atau terjadinya komunikasi dalam lingkungan organisasi acap kali terjadi

secara umum ada dua yaitu :

a. Proses secara primer (primary process)

Proses komunikasi secara primer adalah komunikasi yang dilakukan secara tatap

muka langsung antara seseorang dengan yang lain guna menyampaikan pikiran

maupun perasaanya.

b. Proses secara sekunder

Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang

kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media proses

komunikasi sekunder menggunakan alat agar dapat melipat gandakan pesan jumlah

penerima pesan kemudian bagaimana untuk mengatasi hamabatan georafis yang

terjadi.

Wilbur Schramm menyebutkan bahwa manusia apabila dihadapkan dengan suatu

pesan untuk mengambil keputusan menerima atau menolaknya, akan mengadakan

terlebih dahulu suatu komunikasi dengan dirinya sebagai proses berfikir

6. Teori Kebergantungan

Mungkin kebergantungan secara langsung dan tidak langsung, bahwa

kepemimpinan yang efektif selalau memperhatikan situasi untuk menerapkan gaya

kepemimpinan berdasarkan pada konsep kebergantungan. Menurut teori kebergantungan–

keefektifan pemimpin tergantung kepada hubungan terhadap gaya kepemimpinannya

tugas dan hubungan motivasi tugas (task motivated)

Suatu organisasi mempunyai karakteristik terhadap suatu situasi kepemimpinan

yang paling penting adalah :

Pertama relasi pemimpin – angota, kedua struktur tugas, ketiga kekuasaan jabatan

pemimpin. relaksi pemimpin anggota yang baik terjadi bila anggota menyukai,

mempercayai, dan menghargai pemimpin. Hal ini dianggap sebagai satu-satunya kondisi

terpenting bagi kepemimpinan yang efektif.

Efektivitas pemimpin ditentukan oleh kekuasaan antara gaya kepemimpinan (tugas

dan hubungan) dengan keharmonisan situasinya. Situasi terbaik adalah bila relaksi

pemimpian anggota baik. Sudah tentu setiap situasi mempunyai berbagai tingkat

keharmonisan yang meliputi aspek – aspek karakter yang baik mapun yang buruk.

Akan tetapi suatu sistem teori mampu atau tidak mampu menjelaskan kejadiankejadian

baik dalam tingkat kelompok maupun organisasional. Perlu diketehui terlebih

dahulu tentang adanya perbedaan yang mendasar dalam komunikasi oraganisasi.

Komunikasi bersifat langsung dan tatap muka, komunikasi organisasi tidak perlu

langsung dan sering kali memang tidak agak kurang dipengaruhi emosi dan lebih

cendrung melibatkan pengaruh antar pribadi sebagai kebalikan dari pemusan sasaran

organisasi yang rasional 4

Beberapa alasan yang menyebakan gaya kepemimpinan tertentu terikat lebih efektif

dalam beberapa situasi yang berbeda, dapat diterangkan dengan cara meperhatikan

persyaratan yang terjadinya situasi yang harmonis maupun yang tidak harmonis

7. Analisis Transuksional

Analisis transuksional dikemukanan oleh Eric (1964) ada tiga tahap untuk

mengendalikan ego dewasa, orang tua dan anak-anak.

Suatu respon dapat ditafsirakan dari sudut pandang setiap ego. Tahap ego dewasa

mengambarkan gaya manusia yang lebih disukai sebagai pengatur diri sndiri dan orang

lain dan menyangkut masalah penerapan pengaturan, perstrukturan dan kegiatan

perencanaan. Tahap ego orang tua mengambarkan gaya manusia yang lebih suka diatur

dan meliputi empat gaya otoriter, birokratik, demoleratik, dan pengarahan diri, tahap ego

anak-anak mengambarkan kebutuhan motivasi onal manusia dan meliputi kekuasan,

kendali keluesan dan kebebasan.

Konsekuansi dari pada perubahan yang paling medasar dalam kehidupan anggota

organisasi, terlihat pada ekspresinya yang pada prinsipnya dalam pengonsepan.

Pertumbuhan atau perkembangan organisasi yang semakin luas dan komleks antara lain

ditandai oleh lahinya sebuah departemen baru, fluktuasi keangotaan dan perubahan

teknologi sebagai respon terhadap ivonasi baru dalam bentuk memenuhi kebutuhan.

8. Konflik Organisasi

Konflik dalam organisasi merupakan salah satu faktor ketidakseimbangan yang

melanda hubungan antara satu individu dengan individu lain, baik satu kelompok dengan

kelompok lain. Istilah konflik organisasi munculnya suasana ketegangan dalam organisasi

menurut Dahrendorf (1959) konflik organisasi dapat diamati hubungan komunikasi

organisasi dengan jajaran yang ada dalam sistem yang aktif dengan jaringan komunikasi

dan struktural organisasi.

Dalam kontek organisasi di kenal dua jenis potensi konflik: (pertama) konflik dalam

organisasi (kedua) konflik antar organisasi yang dimaksud konflik dalam organisasi

adalah konflik yang terjadi dalam tubuh organisasi sumber konflik adalah memburuknya

hubungan antar pribadi dalam sistem oirganisasi sedangkan konflik antar oraganisasi

adalah konflik yang terjadi antara organisasi yang berbeda.

9. Perubahan Berencana dalam Organisasi

Suatu organisasi tetap mempunyai cita-cita “order” atau tatanan untuk mengatur

hubungan timbal balik fungsionalnya akibatnya apabila ada perubahan yang terjadi dalan

suatu unit departemen akan mempengaruhi aktivitas adalah perubahan secara hirarki dan

wewenang peranan individu dalam pekerjaan penataan kembali hubungan kerja melalui

komunikasi formal.

Bentuk suatu perubahan selalu dikaitkan dengan asas perubahan individual dan

kelompok yang berdampak mengubah orientasi organisasi. Setiap perubahan organisasi

lazim direncanakan untuk mencapai perubahan jangka pendek, peranan dalam suatu

oragnisasi memang menginginkan perubahan yang bertujuan untuk memahami cita-cita

4 Alvin. A Goloberg – Carl El Larson, Komuniasi Kelompok, UI Press jakarta 1985: 10

organisasinya.5 Para agen perubahan dapat menempuh beberapa cara perubahan

berencana terhadap organisasi melalui pendekatan “Human relation” yaitu :

a. Kontak tertutup atau kalaborasi dengan organisasi artinya anggota organisasi bersedia

menentukan, mempertimbangkan sifat dan keberadaaan organisasi

b. Teknik kalaborasi anggota organisasi menggunakan sumber daya yang ada

kemampuan dan keterampilan yang relevan latar belakang pendidikan masing-masing

anggota organisasi.

c. Peningkatan frofesionalisme anggota setiap pemimpin oragnisasi harus mempunyai

kemampuan dan sikap antisipatif tentang sejauh mana daya tahan organisasi terhadap

perubahan

d. Membantu pemimpin organisasi agar dapat mengantisipasi akibat perubahan yang

cepat dan jangka panjang dan pungsi tertentu organisasi

e. Proses pemahaman dalam belajar dengan cara mandiri agar menjadi lebih sadar atas

setiap tindakan pengambilan keputusan demi kesuksesan organisasi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: